Modus FaceApp Palsu Turut Menyebar Lewat Youtube

Rabu, 31 Jul 2019 | 17.00 WIB

Modus FaceApp Palsu Turut Menyebar Lewat Youtube

ilustrasi (pixabay)


Centroone.com - Popularitas FaceApp rupanya mengundang para scammer untuk mengambil keuntungan dalam waktu singkat. Peneliti ESET membongkar sebuah skema penipuan yang membonceng popularitas FaceApp menggunakan versi “Pro” sebagai umpan untuk memancing pengguna.  

Aksi penipuan juga dilakukan lewat platform Youtube. Dimana di sebuah video Youtube  unduh gratis tautan untuk versi "Pro" FaceApp. Mereka menggunakan tautan unduhan yang diperpendek, berfungsi untuk membuat pengguna menginstal berbagai aplikasi tambahan dari Google Play.

Youtube saat ini sudah menjadi acuan sebuah software, jika kita cari dengan kata kunci “FaceApp Pro” maka akan menghasilkan banyak tautan video. Statistik di atas adalah untuk link yang mengarah ke aplikasi "FaceApp Pro" dengan paket instalasi yang dirujuk dalam video YouTube. Dalam keterangan yang ada di dalam gambar menunjukkan per tanggal 19 Juli 2018, sebanyak 10.737 orang Indonesia kemungkinan menjadi korban dari FaceApp palsu.

Besarnya jumlah korban yang jatuh masih bisa terus bertambah karena jumlah view dalam video YouTube tersebut terus bertambah, yang sebelumnya hanya 96.100 klik kini menjadi 220.267. Begitu korban mengklik untuk instalasi, maka apa saja bisa masuk ke dalam smartphone miliknya, malware perbankan, ransomware, pencuri data dan sebagainya. 

Per tanggal 22 Juli 2018, pembuat video membuat video baru dengan menuliskan versi “FaceApp Pro” yang berbeda, ini dikarenakan link pada video sebelumnya sudah dilaporkan dan akan muncul notifikasi “This file has been reported as a violation and is under review, download with caution”.

Jenis penipuan macam ini biasanya digunakan untuk menayangkan iklan, tautan yang dipersingkat dapat menyebabkan pengguna menginstal malware hanya dalam satu klik. ESET pernah melihat ini terjadi di masa lalu, seperti dalam kasus game Fortnite yang dimanfaatkan sebagai umpan. Tautan yang dimaksud telah diklik sebanyak 96.000 kali, yang bagaimana pun tidak memberitahu pengguna lebih banyak tentang jumlah instalasi yang sebenarnya.

“Dunia maya memiliki dua sisi yang berlawanan, sesuatu yang kita anggap menyenangkan ternyata bisa membahayakan. Berdasarkan pengalaman, Hyper pasti menarik scammers, dan semakin besar sensasinya, maka semakin tinggi risiko korban penipuan jatuh. Karena itu pastikan setiap kali bergabung dalam suatu hype, pengguna harus ingat untuk tetap pada prinsip-prinsip dasar keamanan seperti selalu mengunduh apps di tempat resmi yang telah disediakan.” Ujar IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh. 

Terlepas semenarik apa pun setiap segala sesuatu yang terkait dengan hype di dunia maya, ESET selalu menyarankan untuk menghindari mengunduh aplikasi dari sumber selain toko aplikasi resmi, dan memeriksa informasi yang tersedia tentang aplikasi seperti, developer, peringkat, ulasan, dan lain sebagainya. Terutama di ekosistem Android, karena selalu ada versi palsu untuk setiap aplikasi populer atau permainan. 

ESET sudah mendeteksi applikasi ini sebagai Android.FakeApp.179 sehingga pengguna Android yang dilindungi ESET sudah diamankan dengan baik. by