Terlihat Sepele, Spam Email Bawa Banyak Bahaya

Jumat, 27 Mar 2020 | 12.00 WIB

Terlihat Sepele, Spam Email Bawa Banyak Bahaya

ilustrasi (pixabay)


Centroone.com - Hasil riset dari Radicati di tahun 2019 mengungkapkan bahwa Email digunakan oleh 3,9 miliar orang setiap hari atau ada lebih dari 50% populasi dunia sekarang menggunakan email. Sementara hasil studi lain dari Verizon 2020 menyatakan 94% metode pengiriman serangan sepanjang tahun 2019 dilakukan menggunakan email.

Para penjahat digital tahu, manusia adalah titik terlemah dalam sistem, dengan memanfaatkan email sebagai sarana serangan, maka yang disasar langsung adalah penggunanya, manusia. Itu kenapa email selalu menjadi kegemaran peretas saat menyerang. 

Spam email adalah masalah nomor wahid di dunia, email semacam ini seringkali membawa berbagai malware berbahaya seperti ransomware dan cryptojacking, dua momok paling menakutkan bagi perusahaan-perusahaan di dunia saat ini. Ancaman lain yang tak kalah seram adalah spam email perbankan yang mengincar langsung ke jantung keuangan pengguna, menguras semua sumber daya finansial korban tanpa ampun. 

" Peran vital email dalam mekanisme bisnis menjadikannya sebagai titik sentral yang harus diproteksi dari infiltrasi asing yang dapat membahayakan keamanan perusahaan, sehingga melindungi email merupakan kebutuhan tak terelakan.”  ujar IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh

Itu hanya sebagian kecil saja bahaya yang dibawa oleh email, tanpa perlindungan dan pertahanan yang mumpuni pada email, hanya petaka yang menunggu di depan. 

Ancaman pasti datang silih berganti tanpa diminta, perusahaan, institusi atau instansi pemerintahan membutuhkan cloud email security seperti Vimanamail, dengan arsitektur berbasis cloud, ini berarti proses penyaringan lalu lintas email melalui platform cloud sehingga tidak membebani kinerja sistem atau perangkat perusahaan. 

Menggunakan arsitektur berbasis cloud juga menyederhanakan penerapan dan pengelolaan, tanpa perangkat keras yang harus dibeli untuk diinstal atau pemeliharaannya, dengan kata lain membantu perusahaan dalam menghemat biaya dan ikut membantu meningkatkan produktivitas pekerja. 

“Adopsi teknologi cloud sudah merambah ke seluruh dunia, penggunaannya pun berkembang bukan lagi sekedar sebagai tempat penyimpanan, cloud email security salah satunya. Serangan terhadap email yang tak pernah berkurang setiap tahunnya menjadikan cloud email security tuntutan yang mendesak. " tambah Yudhi Kukuh. 

Terlepas dari skalabilitas perusahaan, komunikasi via email harus tetap berjalan demi kelancaran operasional perusahaan. Dengan alasa itulah menggunakan cloud email security merupakan keharusan demi melindungi data-data bisnis, dengan tingkat perlindungan paling vital terhadap email dan lampiran berbahaya. by